Sunday, February 17, 2013

Berikut ini ulasan Sony Xperia Tablet S Android 4.0 – Selama bertahun-tahun, Sony berusaha keras untuk mendapatkan banyak pembeli untuk smartphone nya, dan kedua tablet pertamanya gagal di pasaran. Namun, Sony berusaha keras dengan Xperia Tablet S nya, dorongan besarnya yang kedua untuk menciptakan sebuah tablet yang dapat menginspirasi orang-orang.

Desain Sony Xperia Tablet S

Jika anda membandingkan perbedaan dalam desain dari Tablet S yang pertama dengan Xperia Tablet S yang baru, anda akan menemukan satu perbedaan besar: tablet ini terlihat sangat mirip dengan iPad. Apakah ini suatu hal yang buruk? Tidak sama sekali. Sony merahasiakan desain nya yang dapat dilipat dari Tablet S nya yang pertama, tetapi menipiskan keseluruhan tablet nya secara signifikan.

Sulit diketahui apakah itu merupakan desain yang cerdas, atau hanya suatu keberuntungan, tetapi lipatan plastiknya justru membuat Xperia menjadi salah satu dari tablet besar yang paling nyaman untuk dipegang secara vertikal. Anda dapat memegangnya secara alami dengan satu tangan.

Desain lainnya juga menunjukkan adanya peningkatan. Bagian belakang Xperia Tablet S menggunakan alumunium, bukan plastik. Kedua speaker nya menghiasi bagian bawah (ketika sedang dalam posisi mendatar), begitu juga charging khusus dan port dek nya, yang terkadang lebih merepotkan dari yang seharusnya.

Mungkin aset terbaik yang dimiliki Xperia adalah ukurannya. Layarnya sebesar 9.4 inci – lebih kecil dari pada tablet Android 10.1 inci. Untungnya, ukuran ini memberikan keuntungan, memungkinkan Xperia mencapai ukuran yang mirip dengan iPad. Layar yang lebih kecil membuat navigasi Android nya menjadi sedikit lebih mudah. Umumnya, kami akan menunjukkan bagaimana layar yang lebih kecil (kami memilih ukuran 8- atau 9- inci) memudahkan kita untuk mengetik dalam posisi mendatar, tetapi pengetikannya tidak terlalu membaik disebabkan oleh standar keyboard baru yang kurang baik dari Sony, dengan memindahkan nomer-nomernya ke sebelah kanan layar.

Hal ini membuat mengetik menjadi lebih sulit karena tangan kanan anda secara terus menerus mendekati number pad yang jarang anda butuhkan. Solusi yang lebih baik mungkin dengan cara menambahkan barisan nomer di sepanjang bagian atas keyboard atau memungkinkan barisan huruf di atas dapat ditekan dan ditahan untuk memunculkan nomernya.

Akhirnya, meskipun kami ingin memuji kualitas Xperia Tablet S, unit penelitian kami memiliki tiga masalah yang mengganggu.
1. Jika anda mencoba untuk menekuk tabletnya secara diagonal, walaupun hanya sedikit, anda akan dengan mudah membuat layarnya berubah menjadi berwarna hijau – yang akan terlihat menakutkan.

2. Bagian kecil di belakan tablet kami mengeluarkan bunyi berderit setiap kali kami menekannya, mengacu pada masalah yang kemungkinan berhubungan dengan pembuatannya.

3. Tombol power nya harus ditekan dengan sangat keras agar dapat bisa masuk. Seringkali kami menekannya dan tidak dapat menyala, jadi kami harus menekannya lagi, dengan lebih keras.

Secara keseluruhan, Xperia Tablet S bisa dikatakan menang dalam desain, tetapi gagal lolos dalam beberapa masalah Quality Control nya. Diharapkan Sony dapat memperbaikinya.

Sistem operasi

Xperia Tablet S bekerja dengan sistem operasi Android 4.0 (Ice Cream Sandwich). Widget dan aplikasi Sony yang baru seperti Reader dan Walkman bekerja dengan cukup baik. Ada beberapa fitur unik pada Xperia Tablet S. Yang pertama adalah “Guest Mode.” Dengan menggunakan tombol di bagian atas kanan, anda dapat membuat akun tambahan pada tablet Android anda dan membatasi aplikasi yang dapat diakses oleh akun-akun tersebut, memungkinkan para orang tua untuk dapat dengan lebih merasa aman membiarkan anak-anak bermain-main dengan tablet yang dipakai bersama sekeluarga.

Sayangnya, fitur ini berhenti hanya satu langkah sebelum selesai. Meskipun anda dapat membatasi penggunaan aplikasinya dan memiliki beberapa akun, anda tidak dapat membuat pengaturan email yang unik untuk masing-masing pemakai. Jadi jika anda tidak membatasi aplikasi akun email anda, anak anda masih akan tetap bisa masuk ke dalam akun tersebut.

Hal ini juga berlaku untuk browser. Ketika saya pertama kali mempelajari fitur ini dan mempertanyakannya, perwakilan dari Sony menyarankan pada saya bahwa jika ini merupakan masalah yang penting, anda dapat mendownload beberapa aplikasi email dan browser, dan hanya berikan akses FireFox pada anak anda. Memang terdengar kejam, tetapi ini adalah sebuah solusi.

Secara keseluruhan, menggunakan Xperia Tablet S sangatlah menyenangkan, kecuali ketika kami menghadapi masalah Wi-Fi. Kami merasa lega sekarang hal itu telah teratasi.


Kamera

Sony telah memasukkan kamera 8-megapixel di bagian belakang pada Xperia Tablet S, tetapi sama seperti kamera tablet lainnya, hasilnya tidak mengesankan. Untuk beberapa alasan, Sony juga telah mengganti software kamera dari Google dengan bautannya sendiri, aplikasinya bahkan lebih tidak mengesankan, sangat membingungkan.

Spesifikasi hardware

Xperia Tablet S memiliki spek yang cukup standar untuk tablet yang besar belakangan ini. Semuanya berjalan cukup lancar (terkadang sangat lancar berkat UI dari Sony). Tablet S memiliki LCD layar sentuh 9.4-inci 1280 x 800 pixel, memori internal 16GB sampai dengan 64GB untuk menyimpan file, prosesor 1.3GHz quad-core Nvidia Tegra 3, 1GB RAM, webcam, konektivitas Wi-Fi, dan Bluetooth.

Dapat mengecharge melalui port khusus, tetapi juga memiliki tempat kartu untuk full-size SD di sebelah lubang headphone di sebelah kiri. Full-size SD memang tidak umum, tetapi merupakan suatu kejutan yang menyenangkan. Pada tes Quadrant yang kami lakukan pada perangkat Android, Xperia mencetak nilai sebesar 4,000, yang dapat dibandingkan dengan mesin Tegra 3 lainnya. Tablet dan ponsel yang canggih seperti Galaxy S3 mencapai nilai 5,000, tetapi anda seharusnya tidak mengalami masalah memainkan game apapun atau melakukan tugas yang intensif pada Tablet S.

Sony menyatakan bahwa Xperia memiliki sekitar 10 jam daya tahan baterai jika anda melihat-lihat Web, dan kami menegaskan bahwa penelitian kami mengenai baterainya cukup positif, terutama ketika sedang tidak dipakai. Banyak tablet Android yang tampaknya menghabiskan baterai dengan cepat ketika sedang tidak dipakai, tetapi tablet dari Sony akan bertahan selama beberapa minggu jika anda tidak menggunakannya. Sony belum menetapkan rekor, tetapi Tablet S memiliki baterai yang tahan lama.

Kesimpulan

Ada banyak yang disukai dari tablet terbaru Sony. Desainnya terlihat bagus dan mulus, ukurannya membuatnya nyaman untuk dipegang. Kelemahannya adalah masalah dalam quality-control. Sony telah memperbaiki masalah Wi-Fi, tetapi kami memiliki masalah dalam menekan tombol power dan merasa bahwa unsur hardware nya agak sedikit murah, meskipun pada kenyataannya tablet nya terlihat dan terasa cukup elegan.

Kamera nya juga mengecewakan, bahkan untuk sebuah tablet. Xperia Tablet S mulai dengan harga $400 dan dengan harga semahal itu kami mengharapkan sebuah tablet yang dapat bersaing dengan yang terbaik. Sony sudah hampir mendekati, tapi kami masih menyarankan anda untuk membeli iPad 2 dengan harga yang sama, atau menambah beberapa ratus dolar untuk iPad 3. Jika anda adalah penggemar produk Sony, coba saja Xperia, tetapi hati-hati dengan kelemahannya.

Keunggulan :
Nyaman
Desainnya bagus
Ukuran layar yang tepat
Mulus
Daya tahan baterai yang baik
Port full SD

Kelemahan :
Kesalahan pada Wi-Fi
Masalah hardware secara acak
Kamera dan aplikasi kamera yang kurang baik
Charger khusus
Desain keyboard standar yang kurang baik

2 comments:

  1. saya setuju dengan kamera yang jelek dan tombol power, selebihnya saya suka.
    Tapi sepertinya belakang ini tablet sony saya sering lambat, waktu menutup app dan kembali ke layar awal nah itu kadang sering blank layarnya.
    kalau saya sentuh homenya baru layarnya seperti di refresh gitu dan ada icon" app saya .
    Itu penyebabnya apa ya?
    makasih.

    ReplyDelete
  2. TOKO ONLINE SHOP TERPERCAYA NO TIPU2
    Minat Hub]\sms: 085310120333
    Semua Produk Asli ORIGINAL Sy Jamin Brng Asli
    Sony Xperia T2 Ultra
    Single SIM, 6.0”, Android Jelly Bean 4.3, Quad-core 1.4 GHz, 13 MP Rp 2.750,000
    Sony Xperia Z1 Compact
    Single SIM, 4.3”, Android Jelly Bean 4.3, Quad-core 2.2 GHz, 20.7 MP Rp2.650.000
    Sony Xperia Z1
    Single SIM, 5.0”, Android Jelly Bean 4.2, Quad-core 2.2 GHz, 20.7 M Rp 2.350.000
    Sony Xperia Z1 Ultra
    Single SIM, 6.4”, Android Jelly Bean 4.2, Quad-core 2.2 GHz, 8 MP Rp 1.950.000
    Sony Xperia C
    Single SIM, 5.0”, Android Jelly Bean 4.2.2, Quad-core 1.2 GHz, 8 MP Rp 1.25.000
    Sony Xperia M
    Dual SIM, 4.0”, Android Jelly Bean 4.1, Dual-core 1 GHz, 5 MP Rp 1 Rp 1.450.000
    Sony Xperia Z
    Single SIM, 5.0”, Android Jelly Bean 4.1, Quad-core 1.5 GHz, 13 MP Rp1.600.000
    Buruang Hrga Promo Terbatas

    ReplyDelete